BUMI
Sekarang inilah bumi, yang kita injak-injak selama ini, lalu kataku pada Ibu pada waktu aku masih duduk di bangku SMP, aku takut, nanti bumi marah karena diinjak. Nanti pada waktunya, bumi akan menelan kita semua. Diiringi upacara tabur bunga dan lelehan air mata.
"Kecuali kalau kita menginjaknya dengan tujuan yang baik", kata Ibu. "Kecuali kalau kamu menginjaknya untuk sekolah, untuk bekerja, untuk berbuat baik, untuk melakukan yang bermanfaat, termasuk untuk ke warung karena disuruh Ibu". Aku tersenyum. Kukira Ibuku asal jawab.
Jadi, kemana kita pergi? Tapi apapun yang kita lakukan, ketika keluar dari rumah, tujuannya
adalah untuk kembali ke kamar tidur. Kau akan tidur nyaman kalau melakukan kebaikan,
kau akan tidur dalam gelisah ketika melakukan keburukan.
Kukira sama, apa yg kiita lakukan di bumi, tujuannya adalah untuk tidur selama-
lamanya, didalam lubang ukuran satu kali dua meter. Kau baik di bumi, kau nyaman
disana. Kau jahat di bumi, kau akan tersiksa. Perasaan tak akan pernah bohong.
Lupakan. Atau diingat-ingat juga boleh. Tapi bumi, kadang suka kuanggap sebagai pesawat ruang angkasa. Berputar mengelilingi matahari. Waaah, berasa tamasya bersama
manusia lainnya dan juga hewan. Melihat bintang berkelip di malam hari, melihat bulan ketika malam, dan matahari menyala ketika siang. Kenapa matahari nyalanya bukan pada malam hari? Biar terang, jadi gausah pake lampu.
Twitter: @tedijunaedi77
Facebook: Tedi Junaedi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar