1.
Cinta, mungkin irasional. Kegembiraan
irasional. Tapi kamu adalah kamu,
populer di kepalaku.
2.
Senang bertemu denganmu, untuk satu
perasaan yang halus, yang bebas, yang
mengalir semenjak itu, yang deras
bersama darahku.
3.
Malam ketika aku bersamamu, aku
hanya punya keyakinan, bahwa
memang, aku mencintaimu, dan itu
serius.
4.
Mengatakannya dengan kagum di atas
paru-paruku. Sebagai keinginan erotis
yang paling berani. Menegaskan
kembali kemerdekaanku sebagai
manusia.
5.
Itu adalah pernyataan yang sangat
jelas. Aku tidak terbiasa dengan semua
omong kosong.
6.
Sekarang, jika engkau sudah denganku,
gunakan aku untuk kesempatan
membuat bahagiamu.
7.
Dan, tetaplah denganku, sampai engkau
terbiasa bersama hal yang
berkaitan denganku.
8.
Untuk membuat situasi yang
menyedihkan menjadi mudah dihadapi
9.
Tetaplah denganku, bersama karakter
diriku yang telah aku kembangkan
dalam hidupku, untuk hubungan
manusia yang saling menghagai.
10.
Tetaplah denganku, diri aku yang
sebenarnya dan kebiasaanku yang
mendasar. Selalu ada untuk bisa
menyenangkan.
11.
Kau datang kepadaku untuk segera
mengenal apa-apa dariku yang
tidak diketahui oleh orang lain dan kamu
setuju, mudah-mudahan kamu suka.
12.
Mari kita ingat, saat kugenggam
tanganmu, itu menjadi esensi dari
gairah rindu tentang dirimu. Aku tahu
rasanya!
13.
Mari kita ingat, ketika menmbus
malam bersamamu, di kota sunyi itu,
kau sedang mengubah hal-hal keras
dalam hidupku ketika aku
merengkuhmu.
14.
Kau adalah pelajaran tentang
keindahan yang aku dapatkan malam
itu, sebelum besok masing-masing
akan sibuk.
15.
Pelajaran bagaimana caranya aku
mencapai kerinduan yang tak ada akhir
sampai aku bertemu denganmu.
16.
Sekarang apa yang kudapat, iba-tiba
aku ingin jadi Tuhan, yang maha
menentukan untuk membuatmu selalu
bahagia.
17.
Tapi aku ini manusia, yang bahkan
kalah oleh kekuatan asmara, dari saat
pertama kali aku mengenal dirimu.
18.
Dan kenyataan apa yang kau
rasakan, ada pada apa yang aku yakini,
mudah-mudahan benar kau suka,
mudah-mudahan kau cinta.
19.
Apa yang bisa kulakukan, Tuhan
mendengar apa yang aku diamkan
tentang dirimu sampai tertidur dengan
begitu senangnya malam ini.
20.
Terimakasih untuk dirimu yang sudah
bergabung dengan semua pikiranku.
Tedi Junaedi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar