Jumat, 31 Oktober 2014

Liburan Di Rumahku

LIBURAN DI RUMAHKU


Hari sudah siang memang. Tapi masih kuhirup nafas gunung dari jendela yg kubuka, dan kupanggil Pak Dadang untuk membuat dia menjadi celingukan karena akunya lalu sembunyi.




Itu memang kucingku, kucingku, kuberi nama anjing. Sejauh ini, dan aku yakin sampai selama-lamanya dia tidak akan pernah komplain, bahkan selama hidupnya dia tidak tahu bahwa dirinya disebut kucing. Itulah binatang, dan mungkin juga untuk beberapa makhluk lainnya.

Aku tumbuh besar bersama mereka dan curiga, jangan-jangan selama ini cecak mengira beja belajarku adalah jamban untuk kaumnya, dan aku menjadi pembantunya yang harus membersihkan kotorannya. Ih! Masihkah kau akan menyebut "Tergantung yang diatas?".

Itu cecak, aku ingin bicara soal lalat, dia menganggap muka si Nida adalah jambannya, aku bisa melihat di mukanya ada beberapa tahi lalat. Nida malah suka, dia merasa jadi manis dengan itu, tak pernah ia bersihkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar